Wednesday, May 8, 2013

Tips Menumbuhkan Motivasi pada Anak

Alangkah senangnya mempunyai anak yang berprestasi. Entah apa bidangnya. Yang penting mempunyai kemampuan dan kelebihan yang dapat dipandang oleh orang.
Tetapi prestasi itu bukan begitu saja datang pada anak. Memang ada anak yang secara alamiyah mempunyai kelebihan sejak lahir sehingga orangtuanya tidak perlu susah-susah mendidik anaknya. Dibiarkan begitu saja ia sudah pintar dan cerdas serta bisa belajar secara mandiri. Banyak orang yang seperti ini yang setelah besar menjadi tokoh terkenal, baik di bidang ilmu pengetahuan maupun dalam bidang teknologi. Contohnya kalau di dalam Islam adalah tokoh Imam Syafi'i yang sejak usia muda belia mempunyai kemampuan menghafal Al-Qur'an.
Bagi anak yang tidak dilahirkan cerdas, bukan berarti tertutup baginya untuk berprestasi. Karena prestasi bisa diusahakan dan dipelajari. Contohnya Om Cip (panggilan akrab untuk Ciputra, tokoh pengusaha) yang baru bisa baca-tulis setelah besar, tetapi mempunyai keahlian berbisnis yang luar biasa yang menjadi panutan bagi pengusaha muda Indonesia. 

Motivasi adalah daya penggerak di dalam diri seseorang untuk berbuat sendiri. Motivasi merupakan kondisi internal individu yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Peran motivasi adalah sebagai pemasok daya (energizer) untuk bertingkah laku secara terarah.
Diakui bahwa bangsa Jepang dalam seabad terakhir begitu pesat dan unggul dalam produktifitas dan prestasi tekhnologinya. Bangsa ini telah mengalahkan Eropa dan Amerika. Kini Korea mulai membuntuti Jepang. 
Apa rahasianya ? Bagaimana sumber daya manusianya ? Sehari-hari kita sering menemui orang yang begitu rajin, tekun bekerja, dan sangat berprestasi tinggi. Mereka sangat produktif dan kreatif. Sebaliknya banyak orang yang santai-santai, bekerja ala kadarnya, malas-malas. Mereka acuh tak acuh dengan kesuksesan.


Motivasi berprestasi sering tidak dibawa sejak lahir, tetapi suatu proses yang dipelajari, dilatih, ditingkatkan, dan dikembangkan.


Berikut ini kiat-kiatnya :


a. Tetapkan tujuan (goal setting),  yakin dan optimislah bahwa kita dapat berubah, bahkan kita memang harus berubah untuk mencapai titik maksimum

b. Susunlah target yang masuk akal. Saya harus meraih peningkatan dalam setiap kurun waktu, 2 atau 3 poin seminggu

c. Belajar menggunakan bahasa prestasi. Gunakanlah kata-kata optimistis misalnya “masih ada peluang lagi”. Jadikan konsep ini sebagai budaya berfikir, berbicara, berdialog, dan bertindak

d. Belajar sendiri cermat menganalisis diri. Masih adakah cara berfikir, perilaku, dan kebiasaan saya yang kurang menguntungkan

e. Perkaya motivasi. Kekayaan motivasi membuat kita tidak kehabisan pemasok daya penggerak. Fokuskan pada motivasi instrinsik (dalam diri). Sentuhan perasaan, fikiran, dan motivasi dari orang-orang terdekat juga dapat dimanfaatkan

Bagaimana kita bisa menumbuhkan motivasi dalam diri anak agar mau belajar untuk dirinya sendiri? Ada tiga hal utama yang harus terpatri dulu dalam pikiran dan penalaran kita sebelum masuk pada cara atau teknik memotivasi anak.
1. Berani Menjadi Diri Sendiri
Langkah pertama, kita harus meyakinkan setiap anak bahwa mereka itu unik.
2. Berani Bermimpi
Saat anak masih kecil, pernahkan kita bertanya seandainya sudah besar nanti mau jadi apa. Semakin tinggi cita-cita, semakin kita punya senjata untuk mendorong mereka.
3. Berani Gagal
Sering kali kita memaksa anak belajar karena takut mereka mendapat nilai jelek. Sehingga, secara tidak langsung, yang kita tanamkan dalam diri anak adalah “Awas! Jangan pernah gagal, ya!” Padahal, kegagalan itu sangat berguna dan memang dibutuhkan sebagai cambuk untuk maju.

PERAN ORANG TUA

Ada beberapa peranan orang tua untuk menumbuhkan motivasi belajar anak, sebagai berikut:
1. Membentuk kebiasaan belajar yang baik. Ajarkan kepada anak cara belajar yang baik, dengan cara ini anak diharapkan untuk lebih termotivasi dalam mengulan-ulang pelajaran ataupun menambah pemahaman dengan buku-buku yang mendukung. Memberikan perhatian maksimal ke anak, khususnya bagi mereka yang secara prestasi tertinggal oleh siswa lainnya. Dan sudah sepantasnya anak yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.
2. Memberikan hadian untuk anak-anaknya yang berprestasi. Hal ini akan sangat memacu anak untuk lebih giat dalam berprestasi, dan bagi anak yang belum berprestasi akan termotivasi untuk mengejar atau bahkan mengungguli anak yang telah berprestasi disekolahnya, baik dalam akademik maupun non akademik. Hadiah deberikan untuk memberikan rasa senang kepada anak, sebab merasa dihargai karena prestasinya yang baik. 
3. Para orang tua juga harus menemani atau mendampingi anak saat belajar, memberi pengarahan, peringatan, dan melakukan kontrol atas aktivitas anak, memberi dukungan kepada anak, memberi penghargaan terhadap anak, menjadi teladan bagi anak-anak.


Referensi tulisan : 

http://himcyoo.wordpress.com/2012/11/15/cara-menumbuhkan-motivasi-berprestasi/ 
http://hanifa93.wordpress.com/2012/02/03/menumbuhkan-motivasi-belajar-dalam-diri-anak/




1 komentar:

Post a Comment