Tuesday, May 7, 2013

Konsep Hidup Sehat Menurut Islam


Islam merupakan agama yang memberikan pedoman dan petunjuk mengenai seluruh aspek kehidupan manusia. Tujuan dari petunjuk yang disampaikan oleh Allah subhanahu wa-ta'ala melalui Rasul/Utusan-Nya agar umat manusia mencapat kebahagian di dunia dan di akhirat nanti.
Salah satu penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengannya kita dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah. Ketika badan kita sehat, maka jiwa kita juga harus sehat dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan yang telah digariskan oleh Allah.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya :
Mohonllah kepada Allah pengampunan, kesehatan, dan keyakinan di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah tidak memberikan kepada seseorang setelah keyakinan (iman) yang lebih baik daripada kesehatan.” (Hadits Riwayat Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Abu Bakar, sahih sanadnya dari Ibnu Abbas)
Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dalam sejarahnya merupakan seorang yang sangat sehat. Beliau se!ama hidupnya selama 63 tahun hanya sakit 2 (dua) kali, padahal beliau secara fisik adalah manusia biasa. Dan Beliau juga terkenal sebagai hamba Allah yang rajin dan tekun beribadah pada malam hari. Sampai-sampai betisnya bengkak dikerenakan Beliau selalu bershalat malam. Fakta sejarah ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad telah melakukan pola hidup sehat secara lahir dan batin.

Ada beberapa petunjuk agama Islam yang berhubungan dengan kesehatan jasmaniyah:


1. Dilarang makan berlebihan:
DalamAl-Quran surat Al-A’raf : 31 Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman yang artinya “…makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”(Q.S. 7:31).Dan di dalam surat Thaha ayat 81, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya  “Makanlah di antara rezki yang baik yang telah kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kernurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia. (Q.S. 20:81)
Dalam ilmu kesehatan, makan dan minum merupakan sumber nutrisi untuk keperluan hidup yang normal. Jumlah dan macamnya harus sesuai dengan keperluan tubuh. Tidak boleh kekurangan dan tidak boleh berlebihan. Hal ini diajarkan di dalam suatu disiplin ilmu khusus yang disebut ilmu gizi. Bila kekurangan atau kelebihan maka tubuh akan mengalami gangguan kesehatan.
Sehubungan dengan ini Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam  bersabda yang artinya“Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak manusia beberapa makanan yang dapat menegakkan tulang rusuknya, jika memang harus makan banyak maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya. (Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasai dan lbn Majah)

2. Makan makanan yang halal dan sehat:
Allah shallallahu 'alaihi wasallam berfirman yang artinya“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. (Q.S. 5:8) Makanan yang halal adalah makanan yang tidak diharamkan oleh Allah. Dalam Al-Quran Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya“Diharamkan bagi kamu sekalian bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas kecuali kamu sempat menyembelihnya, dan diharamkan bagi kamu sekalian hewan yang disembelih untuk berhala. (QS. AI-Maidah: 3)
Selanjutnya makanan yang thayyib artinya yang baik, tentunya dari segi ilmu makanan/gizi yaitu makanan yang cukup mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air.

3. Menjaga kebersihan:
Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,“Bersihkan halaman-halaman karena orang Yahudi tidak membersihkan halaman-halaman mereka. (Hadits Riwayat Thabrani) Beliau juga bersabda, “Sesungguhnva Allah lndah, menyukai keindahan, bersih menyukai kebersihan, Mulia menyukai kemuliaan dan Dermawan menyukai kedermawanan, maka bersihkanlah halaman-halamanmu dan janganlah meniru orang-orang Yahudi. (Hadits Riwayat Tirmidzi). Juga ada hadits bahwa kebersihan adalah sebagian darti Iman.

4. Melaksanakan olahraga:
Olah raga bermanfaat untuk kesehatan. Oleb karenanya, dengan berolahraga yang teratur, terukur dan bersitat aerobik akan memberikan banyak manfaat antara lain adalah mencegah kegemukan dengan seqala dampak negatifnya, menguatkan dan lebih mengefisienkan kerja otot-otot tubuh seperti otot jantung, otot pernafasan dan otot-otot rangka tubuh, dan lebih melancarkan aliran darah sehingga suplai zat-zat nutnisi ke sel-sel tubuh serta pembuangan bahan-bahan sisa dan sel-sel tubuh menjadi lebih baik. Keadaan ini sangat menguntungkan bagi kesehatan sel-sel tubuh yang menyusun
organ/alat tubuh.
Nabi suka berolah raga. Diriwayatkan oleh Siti Aisyah radhiyallauanha bahwa beliau suka mengajak Siti Aisyah berlomba lari sejak Aisyah masih belia sampai tua.
Diriwayatkan pula bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam suka berjalan kaki walaupun kuda dan unta telah tersedia untuk beliau. Diriwayatkan pula, bahwa cara jalan Nabi adalah seperti jalannya orang yang menuruni bukit. Yaitu jalan cepat.

5. Memelihara ketenangan jiwa:
Ketenangan jiwa diperlukan untuk keserasian fungsional organ-organ tubuh. Sebaliknya ketegangan, kecemasan, emosi, akan menimbulkan gangguan fungsional pada organ-organ tubuh seperti sistem pencernaan. pernapasan, jantung, pembuluh darah, syaraf, hormonal dll.
Seorang yang gelisah, gundah, resah hati akan mengalami gangguan konsentrasi, gangguan tidur, sakit kepala, berdebar, sesak, tidak nafsu makan, mulas, mencret, sering mau kencing, dan keluhan keluhan lain, sehingga akan mengganggu aktifitas hariannya.
Ketenangan hati diperlukan untuk kesempurnaan / kelancaran kerja seluruh alat tubuh.
Membaca serta memahami Al-Qur’an atau dzikrullah bagi seorang mukmin merupakan obat untuk ketenangan hatinya.
Dalam Al-Quran, Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Wahai sekalian manusia telah datang kepadamu pelajaran (Al Quran) dari Tuhanmu, dan sebagai obat untuk yang ada dalam dada (“qalbun”/ hati), dan petunjuk serta rahmat bagi mereka yang beriman."  (Yunus:57)
Di surat lain, Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Orang-orang yang beriman akan menjadi tenang hatinya dengan dzikir kepada Allah, Ketahuilah bahwasanya dengan dzikir kepada Allah hati akan menjadi tenang.” (QS.Ar-Raad: 28).



Referensi tulisan :
http://catatanmuslim.wordpress.com/2008/12/11/cra-hidup-sehat-menurut-islam-bag-i/
http://enkripsi.wordpress.com/2010/11/08/cara-sehat-menurut-agama-islam/


1 komentar:

Post a Comment